Site icon Hobar Indonesia

PB HMI Apresiasi Langkah Gubernur Bobby Nasution Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Kabut Asap Karhutla di Sumut

Jakarta, Wakil Bendahara Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Ahmad Ridwan Dalimunthe, mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang mengupayakan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan sebagai salah satu upaya mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

Menurut Ahmad Ridwan Dalimunthe, langkah tersebut merupakan bentuk respons pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang berupaya melakukan modifikasi cuaca untuk memicu hujan guna mengurangi dampak kabut asap. Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan langkah konkret dan respons cepat dari pemerintah untuk melindungi kesehatan serta memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujar Ahmad Ridwan Dalimunthe.

Ia menilai, upaya penanganan kabut asap harus menjadi perhatian bersama karena persoalan karhutla tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat, kualitas udara, pendidikan, dan aktivitas perekonomian.

Ahmad Ridwan juga berharap upaya modifikasi cuaca yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan hasil yang diharapkan, sekaligus diikuti langkah-langkah penanganan lainnya secara terukur dan berkelanjutan.

“Kami berharap upaya ini dapat membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti Sumatera Utara. Namun, penanganannya tidak boleh berhenti pada upaya menurunkan hujan. Pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi lintas daerah, meningkatkan pemantauan kualitas udara, serta memastikan masyarakat di wilayah terdampak mendapatkan perlindungan yang memadai,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah bersama aparat penegak hukum untuk terus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melanggar hukum.

Menurutnya, pencegahan karhutla harus dilakukan secara konsisten agar bencana kabut asap tidak terus berulang dan masyarakat tidak selalu menjadi pihak yang menanggung dampaknya.

“Persoalan karhutla harus diselesaikan dari hulu hingga hilir. Penanganan darurat untuk mengurangi asap sangat penting, tetapi pencegahan kebakaran, penegakan hukum, dan pemulihan lingkungan juga harus menjadi prioritas,” tambahnya.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, Ahmad Ridwan Dalimunthe menegaskan bahwa PB HMI mendukung langkah-langkah penanganan bencana lingkungan yang berorientasi pada keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar Sumatera Utara terbebas dari ancaman kabut asap dan dampak karhutla.

Ahmad Ridwan Dalimunthe

Wakil Bendahara Umum PB HMI

Exit mobile version